Tuesday, May 25, 2010

Cegah ejakulasi dini dengan Cengkeh

Cegah ejakulasi dini dengan Cengkeh

Bunga Cengkeh selama ini dikenal oleh masyarakat luas sering digunakan sebagai campuran untuk membuat rokok. Selain itu karena rasanya pedas dan baunya yang aromatik, tak jarang bunga cengkeh digunakan ibu-ibu rumah tangga sebagai bumbu penyedap pada masakan maupun kue karena rasanya pedas dan baunya yang aromatik. Konon, bunga cengkeh bisa juga membangkitkan gairah seks serta menghindari ejakulasi dini pada kaum pria.


Bunga cengkeh berasal dari tanaman Eugenia Caryophyllata Thunb (sinonim : Syzyqium Aromaticum (L). Bunga cengkeh ditemukan oleh Merr et Perry, bunga cengkeh masuk dalam famili Myrtaceae dengan nama simplisianya, Flos Caryophylli Berbagai negara, bunga cengkeh memiliki istilah tersendiri. Jika bangsa Eropa menyebutnya dengan istilah Clove, di Cina bunga cengkeh disebut Ding Xiang. Biasanya yang digunakan adalah kuncup bunganya.
Menurut pakar kesehatan, Dr. Setiawan Dalimartha, adapun kandungan kimia dari cengkeh terdiri dari 16-20 persen minyak asiri, eugenol (70-85 persen), asetil eugenol, á, â-kariofilen, furfural, eugenin, isoegenitin, isoeugenitol dan oleonolic acid. Karena bunga cengkeh mengandung zat-zat yang sangat berkhasiat, tak mengherankan jika bunga cengkeh sering juga digunakan untuk mengobati berbagai penyakit,” ucap Dr. Setiawan.

Dr. Setiawan memberi contoh beberapa keluhan penyakit yang sembuh dengan menggunakan bunga cengkeh seperti menghilangkan rasa sakit, menghangatkan tubuh, mempermudah buang angin (karminatif), memperbaiki fungsi percernaan, melindungi saluran cerna dari infeksi parasit serta antispasmodik dan anestesia lokal. Bunga cengkeh tonik sering juga digunakan untuk ginjal serta berkhasiat stimulan untuk obat batuk.

Selain itu cengkeh dalam kasus-kasus tertentu, kata Dr. Setiawan, bisa menyebabkan kontraksi rahim Cengkeh merupakan antiseptik yang sangat kuat. “Cengkeh dapat mengurangi rasa sakit di perut seperti mulas, mual akibat diare dan parasit, mual dan muntah karena lambung dingin, cegukan, tidak nafsu makan, buang air besar tidak berbentuk serta batuk,” jelas Dr. Setiawan.
Bagi kaum pria yang mengalami disfungsi ereksi (lemah syawat) atau pun ejakulasi dini, cengkeh banyak juga dimanfaatkan kegunaan. Adapun dosis pemakaian untuk minum, setiap kali pakai 2-5 gr sehari 3-4 kali. Khusus masalah ‘keperkasaan’ Dr. Setiawan menyarankan mengkonsumsinya setiap hari, pagi dan malam hari Caranya ungkap Dr.
Setiawan, beberapa biji bunga cengkeh diseduh dengan air panas lalu diminum saat hangat-hangat kuku. “Dalam cengkeh mengandung juga zat aprosodiak yang dipercaya oleh beberapa ahli dapat meningkatkan seksualias. Kandungan eugenolnya berkhasiat untuk mencegah ejakulasi dini,” tutur Dr. Setiawan.

Selain diminum, kata Dr. Setiawan, bunga cengkeh bisa dibuat sebagai minyak atau salep yang dapat digunakan sebagai obat gosok pada perut mulas, suara serak, rematik, sakit gigi akibat gigi berlubang dan gigitan serangga pada kulit.

Jika tadi dijelaskan bagaimana penggunaan bungan cengkeh untuk mengobati berbagai penyakit, lalu bagaimana penggunaan bunga cengkeh untuk masakan? Dr. Setiawan mengungkapkan, untuk penggunaanpada masakan (culinary uses) bisa digunakan dalam berbagai cara. Bisa dalam bentuk utuh atau dalam bentuk serbuk setelah digiling halus. “Cengkeh sering dipakai untuk penyedap acar, membumbui makanan yang diawetkan, ham, memasak apel, daging cincang dan penyedap pada kue,” terang Dr. Setiawan.

Saat ini beberapa perusahaan besar mulai memproduksi secara massal bunga cengkeh dalam berbagai bentuk. Dari bentuk utuh, serbuk (jamu) dan cairan (minyak). “Minyak inilah yang sering digunakan sebagai peyedap pada makanan dan minuman terutama pada vermouth (air anggur) dan rokok. Minyaknya juga digunakan pada industri parfum dan pasta gigi,” papar Dr. Setiawan. “ Cengkeh dalam bentuk utuh digunakan pada campuran bunga rampai dan pomanders,” urainya lagi.(fer)

No comments:

Post a Comment